Perbedaan si sibuk dan si produktif
Dalam dunia kerja, kubu produktif dan ‘sok’ sibuk memang terlihat serupa. Namun, bila kamu mengamati dengan seksama, perbedaannya akan jelas terlihat. Untuk itu, mari kita kupas satu per satu.
Misi
Orang produktif selalu punya misi dalam hidupnya, sedangkan si sibuk selalu ingin terlihat memiliki misi. Si sibuk akan menyembunyikan keraguannya mengenai tujuan hidupnya dengan berlaku seolah-olah ia yakin pada tiap langkah yang ia ambil.
Sedangkan orang produktif, ia akan membiarkan orang lain melihat keraguan yang ia hadapi karena ia punya tujuan yang jelas.
Prioritas
Si sibuk akan punya banyak prioritas, sedangkan si produktif hanya punya beberapa. Kehidupan memang merupakan soal kehidupan. Tak ada satu orang pun yang terlalu sibuk, bila ia mau meluangkan waktu.
Bila kamu punya tiga prioritas, kamu punya prioritas. Namun, bila kamu punya 25 prioritas, maka kamu akan kacau.
Perumpamaannya adalah, orang produktif akan mencoba mengembangkan sistem yang lebih baik untuk membuat mobil, sedangkan si sibuk akan terus mencoba membuat mobil yang lebih baik.
Keputusan
Si sibuk akan cepat mengatakan ‘iya’ dan si produktif akan mengatakannya perlahan dan lebih lama. Definisi integritas versi Warren Buffet adalah, ‘Kamu akan bilang tidak hampir untuk segala hal’.
Bila kamu tidak mengatakan ‘tidak’ untuk sebagian besar hal, kamu hanya merepotkan dirimu sendiri. Integritas merupakan kejelasan dari nilaimu, dan waktu yang akan menjaganya.
Fokus
Orang sibuk hanya akan fokus pada aksi, sedangkan orang produktif akan fokus pada kejelasan sebelum aksi. Agar bisa fokus pada aktivitas, kamu harus punya kejelasan pada manfaat aktivitas itu untuk dirimu sendiri.
Sumber daya terbesar yang akan membantumu hidup dengan baik adalah pengalaman pribadimu sendiri. Sayangnya, tak banyak orang yang membuat dokumentasi pengalamannya sendiri, selain di sosial media.
Kamu bisa mulai membuat dokumentasi di diary, baik untuk pekerjaan, atau pribadi.
Kesempatan
Orang sibuk akan membuka semua pintu, sedangkan orang produktif akan menutup pintu. Ketika muda, memang baik untuk membuka diri pada apapun. Namun, akan ada kalanya dalam hidup, kamu perlu melepaskan sebagian besar pilihan dan fokus.
Copy from smart-money.co

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda