Beli yang agak mahalan
Manusia mengenakan pakaian tertentu pasti memiliki motivasi. Bagi saya, memilih pakaian adalah masalah kenyamanan, semahal apa pun atau semurah apa pun, nyaman adalah prioritas utama.
Nyaman menurut saya jika ukurannya sesuai, tidak kebesaran dan tidak kekecilan. Menyerap keringat. Tidak membatasi gerakan kita. Celana dan baju slim fit kurang nyaman menurut saya. Ukurannya pas, tapi membatasi gerakan tubuh.
Berpakaian juga ada hubungannya dengan prestise dan mempengaruhi perlakuan orang kepada kita. Sekali-sekali anda masuk ke mall, stand pakaian mahal, dengan baju dan celana kusam plus sendal jepit. Coba saja, anda akan tau bagaimana reaksi pelayan standnya. Setidaknya dari tatapan matanya.
Saya pernah membaca sebuah buku, penulisnya menyarankan untuk membeli pakaian yang "mahal". Menurut beliau, pakaian mahal itu nyaman, tidak mudah luntur, tidak mudah robek, dan modelnya biasanya bertahan lama, intinya baju mahal itu awet. Saran beliau 100% benar. Beberapa pakaian saya yg relatif mahal, awet sampai bertahun-tahun.
Awalnya saya hanya memiliki satu atau dua pasang pakaian yang saya anggap baik. Tapi seiring berjalannya waktu, karena rutin menerapkan prinsip belanja "beli pakaian yang agak mahal", lama2 jumlah pakaian saya yang "mahal" menjadi banyak.
Bonus dari gaya berpakaian seperti ini adalah percaya diri. Ya, itu hanya bonus. Karena jika pd dasarnya kita adalah org yg percaya diri, pakaian apa pun yg kita pakai tdk akan mempengaruhi kita.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda