Sabtu, 21 April 2012

Sukses Itu Sebuah Konsekuensi Logis

saya sangat sering merenungkan makna kata SUKSES belakangan ini. Bukan hanya definisinya, tapi substansinya. Sukses mungkin didefiniskan dengan menjadi kaya raya atau menjadi terkenal. Tapi yang paling bijak menurut saya adalah pengertian sukses menurut Aa Gym. Sukses menurut beliau adalah keseimbangan antara dunia dan akhirat. Artinya, secara dunia kita 'mungkin' terkenal dan kaya, dan kita juga tetap menuntut kehidupan akhirat misalnya dengan banyak beramal dan membantu sesama. Sulit sekali tentu untuk menyeimbangkan keduanya. Tapi itulah sukses, apa gunanya kaya jika ternyata kekayaan hanya membawa kita pada kesengsaraan di akhirat. Tentu yang lebih baik lagi adalah kaya di dunia dan mendapat pahala yang berlimpah pula diakhirat.

Sukses Bukan Hanya Tentang Sesuatu yang Waahh
Sukses menurut saya tercapainya target kita. Jadi sukses itu tidak hanya tentang hal-hal besar melulu. Dengan pengertian itu bisa sukses setiap saat dan kapan saja. Misalnya sukses bangun pagi, sukses menjalankan ibadah, sukses tepat waktu, sukses menyelesaikan tugas, masih banyak lagi hal yang membuat kita sukses jika kita berhasil mencapainya.

Sebuah Konsekuensi Logis
Sukses dulu bagi saya seperti sebuah keajaiban, tapi seiring berjalannya waktu saya yakin sukses itu merupaka konsekuensi logis dari apa yang kita lakukan. Akankah seorang bill gates akan menjadi orang terkaya di dunia jika dia benar-benar tidak pernah memulai untuk membuat microsoft.? Akan kah valentino rossi akan menjadi seorang juara moto GP jika dia benar-benar tidak pernah mengendarai motor 800 cc? Begitu juga dengan orang-orang sukses yang lain. Jadi salah satu syarat untuk sukses adalah dengan MELAKUKAN,.


Hanya Untuk yang Pantang Menyerah
Khusus untuk kesuksesan-kesuksesan besar. Biasanya diraih setelah beberapa kali. Atau bisa juga dengan keterbatasan. Misalnya Thomas A. Edison baru berhasil setelah gagal sebanyak sebanyak 9.999 kali. Hah,,,gak salah? memang sulit dipercaya. Tapi itulah kenyataannya. Atau mungkin Bethoven yang merupakan salah satu musisi terbesar di bum (bukan di planet lain, itu juga klo di planet lain ada musisinya) ternyata orang yang tuli. Tapi tidak menghalangi dia untuk menciptakan karya-karya besar.


Diperoleh Hal-Hal yang Memang Disukai
Apa yang membuat orang bisa terus mau mencoba walaupun berulang kali gagal? Saya pikir karena orang tersebut menyukai apa yang dia lakukan dan percaya bahwa apa yang dia lakukan akan menjadi sesuatu yang besar. Sehingga penting bagi kita menyukai hal-hal yang baik. Apa ukurang dari baik atau tidaknya sesuatu? tentunya bukan standar yang dibuat oleh manusia. Karena pemikiran manusia sangat terbatas, sehingga seringkali apa yang dianggap  baik hari ini, dapat berubah menjadi tidak baik di kemudia hari. Karena itu hanya anggapan, bukan BAIK yang sesungguhnya. Tapi jika standar baik itu berasal dari Allah, maka itu pasti berlaku umum dan selamanya.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda