Belajar Efektif
Sewaktu duduk dibangku SD, SMP dan SMA, saya berpendapat bahwa satu-satunya alasan mengapa seseorang mendapatkan hasil ujian dengan nilai yang "jelek" adalah karena siswa tersebut malas untuk belajar. Tapi sejak menjadi guru les prifat saya menyadari ada penyebab lain yang menyebabkan seseorang mendapatkan nilai ujian yang "jelek".Pertama: Tidak memiliki untuk bahan untuk dipelajari
Hal ini konyol sekali menurut saya. Bagaimana kita bisa belajar jika tidak ada bahan atau materi yang akan dipelajari. Bahan atau materi pelajaran bisa saja bersumber dari buku paket atau catatan. Ada beberapa murid yang benar-benar tidak memiliki motivasi untuk belajar di sekolah. Sehingga untuk mencatat saja enggan. Bagi saya, saat melakukan sesuatu maka sesuatu harus bermanfaat bagi saya. Sekolah misalnya, harus membuat saya mengetahui sesuatu yang baru. Jika tidak, maka sungguh sia-sia saya sekolah. Lebih baik saya melakukan hal lain yang berguna. Karena itu, mencatat materi yang diberikan oleh guru, memiliki buku paket atau mungkin mencari tambahan materi lain menjadi penting agar ilmu kita bisa bertambah. Jika tidak memiliki bahan atau materi untuk dipelajari maka kemungkinan besar kita akan mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan materi yang akan diujikan. Sehingga belajar menjadi tidak efektif.
Kedua: Tidak Memahami Gaya Belajar yang Sesuai untuk Dirinya Sendiri
Setiap orang memiliki gaya belajarnya sendiri-sendiri. Ada yang harus belajar ditempat sepi, ada yang dengan membaca saja tanpa bersuara, ada yang membaca dengan bersuara, ada yang belajar sambil mendengarkan musik atau gaya belajar lainnya. Agar belajar efektif, kita harus belajar dengan gaya khas kita masing-masing. Belajar kelompok tidak selalu baik, jika anda tipe orang yang sulit berkonsentrasi saat suasananya gaduh. Begitu juga belajar sendiri juga belum tentu baik jika anda orang dengan gaya belajar yang lebih paham jika berdiskusi.
Ketiga: Tidak Mampu Memprediksi Soal Ujian
Dulu hal ini sulit bagi saya. Tapi belakangan, saya sedikit lebih peka dalam memprediksi soal ujian yang akan diujiankan. Prediksi dapat dilakukan dengan mengetahui karakter guru/dosen dalam membuat soal. Ada guru yang suka menguji kemampuan analisis siswanya. Sehingga soal yang dibuat biasanya berupa studi kasus atau membutuhkan metode berpikir logis dengan mengaitkan suatu masalah dengan beberapa teori. Ada guru yang membuat soal sesuai dengan materi yang diajarkannya. Bahkan ada guru yang membuat soal yang lebih mudah dibandingkan materi yang diajarkan. Dengan memahami karakter dari guru dalam hal cara guru tersebut membuat soal, maka kita pun dapat memperkirakan jenis soal yang keluar dan mempelajari jenis soal tersebut sehingga belajar menjadi efektif.
Belajar efektif itu penting mengingat banyak subyek yang harus kita pelajari. Dan lagi belajar bukanlah satu-satunya harus kita lakukan. Masih ada hal lain yang perlu kita perlukan, seperti bersosialisasi, membaca buku-buku lain, beristirahat, bermain dan masih banyak lagi. Sehingga belajar dengan efektif itu penting agar tidak menyita seluruh waktu dan tenaga dan hasil ujian pun memuaskan. Saya sudah mempraktekkan hal ini. Dan Alhamdulillah saya memang merasakan manfaatnya.
Label: Pendidikan

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda