I Feel Better
Kebahagiaan sama sekali tidak berhubungan dengan logika. Dan saya juga bingung apakah kita memang tidak bisa melibatkan logika untuk merasa bahagia. Belakangan saya merasa lelah dipermainkan oleh perasaan saya. Itu yang membuat saya mencoba bersikap represif. Tidak terlalu senang ketika senang dan tidak terlalu sedih ketika sedang ada masalah. Bersikap represif itu ternyata tidak mudah. Saya mudah terprovokasi oleh perasaan saya yang akhirnya membuat saya mengekspresikannya dan banyak mengeluh.Seiring waktu berjalan, saya semakin sadar ada banyak hal yang berada di luar kendali kita. Bahkan diri kita sendiri, lebih spesifiknya lagi adalah perasaan kita sendiri. Saya hanya berharap semoga perasaan saya masih cukup peka untuk menangkap sinyal dari penciptanya. jika Hati tiba-tiba gelisah tanpa sebab, siapa yang tidak bingung? Saya pernah merasakan memiliki apa yang saya inginkan, tapi tidak membuat saya nyaman dan tenang. Bahagia, hidup tenang dan nyaman lebih penting dari pada memiliki apa yang kita inginkan. Dan sungguh ketenangan itu terasa ketika kita mendekat kepada-Nya. Dia lah Allah yang menggenggam hati.Hanya dengan mengingatnya hati tenang. Now, I feel better but I don't know why. Semoga ini bukan perasaan yang menipu. Perasaan yang sesungguhnya membuat saya lari dari kenyataan yang harus saya hadapi. Kenyataan yang justru sebenarnya untuk membaikkan saya.
Label: Motivasi
